Tempat Rekreasi di Brunei Darussalam
Tempat rekreasi di Brunei Darussalam di supremasi oleh rekreasi religi serta tinggalan riwayat. Ada pula rekreasi alam pada bagian-bagian negara. Sesuai dengan Bentuk Negara untuk Kesultanan Islam, rekreasi religi Islami ialah yang sangat mencolok di negara Petro Dolar ini.
Sepintas Masalah Brunei Darussalam
Brunei Darussalam atau Brunei ialah negara berdaulat di Asia Tenggara yang terdapat di pantai utara pulau Kalimantan. Negara ini mempunyai daerah seluas 5.765 km² yang tempati pulau Borneo dengan garis pantai semuanya sentuh Laut Cina Selatan.
Kurang lebih dua pertiga jumlah masyarakat Brunei ialah orang Melayu. Barisan etnik minoritas yang cukup relevan adalah orang Tionghoa (Han) yang membuat kurang lebih 15% jumlah penduduknya. Etnis-etnis ini memvisualisasikan bahasa yang penting: bahasa Melayu yang disebut bahasa sah, dan bahasa Tionghoa
Budaya Brunei seolah sama juga dengan budaya Melayu, dengan impak kuat dari Islam, tapi terlihat bertambah konvensional dibanding Malaysia serta Indonesia. Pemasaran serta pemakaian alkohol diharamkan, sama orang luar serta non-Muslim diizinkan bawa 12 bir serta dua botol minuman keras setiap saat mereka masuk negara ini.
Masjid Jame ‘Asr Hassanil Bolkiah
Masjid "Jame'Asr Hassanil Bolkiah" juga dikenal dengan nama masjid "Kiarong" kerena memang tempatnya ada di Kampung Kiarong. Masjid ini adalah salah satunya masjid paling besar di Brunei yang diperlengkapi dengan 29 kubah.
Terbagi dalam 2 kubah besar memiliki warna emas serta 27 kubah-kubah kecil untuk tutupi menara yang melingkari di bagian bangunan penting masjid. Ke-29 kubah yang ada di masjid Jame'Asr Hassanil Bolkiah ini memberikan jika Sultan Hassanil Bolkiah adalah seorang Sultan yang ke 29.
Masjid Jame'Asr Hassanil Bolkiah bisa memuat sampai 3500 jamah. Ruangan penting masjid tempat rekreasi di Brunei Darussalam ini ada hiasan indah tertulis kaligrafi. Di masjid ada lampu menggantung dari Kristal yang mengagumkan dilapis dengan emas pada bagian luarnya.
Dari sisi arsitektur, bangunan tempat rekreasi di Brunei Darussalam ini merujuk pada masjid-masjid yang berada di Turki. Hal itu bisa diketahui dari empat menara tinggi, menghadap pada kubah emas yang besar sekali.
Di halaman masjid ada taman yang ditumbuhi oleh beberapa tanaman serta bunga hingga keelokan masjid Jame'Asr Hassanil Bolkiah makin memesona. Apalagi dengan air mancur atau kolam, hingga tempat ini nampak benar-benar alami serta sejuk.
Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien
Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin ialah masjid kerajaan Kesultanan Brunei yang terdapat di Bandar Seri Begawan, ibu kota Brunei Darussalam. Masjid ini satu diantara masjid paling mempesona di Asia Pasifik, dan jadi Land Mark serta daya tarik untuk tempat rekreasi di Brunei Darussalam.
Arsitektur masjid ini menggabungkan Arsitektur Mughal dengan style Italia. Bangunan ini direncanakan oleh unit arsitekur Booty and Edwards Chartered berdasar perancangan karya arsitek berkebangsaan Italia Cavaliere Rudolfo Nolli, yang sudah lama kerja di teluk Siam.
Masjid Tempat Rekreasi di Brunei Darussalam ini dibuat di atas laguna di pinggir sungai Brunei di Kampong Ayer. Masjid ini mempunyai menara marmer dengan kubah emas, diperlengkapi taman yang permai serta air mancur. Taman indah yang melingkari masjid melambatgkan taman surgawi.
Keunikan yang sangat mempesona dari Masjid ini ialah kubahnya yang dilapis emas murni. Masjid ini menjulang setinggi 52 mtr. (171 kaki) serta bisa dilihat dari tiap pojok kota Bandar Seri Begawan.
Di menara masjid Tempat Rekreasi di Brunei Darussalam ini ada lift dimana pengunjung bisa naik ke pucuk menara serta nikmati panorama pemandangan kota dari ketinggian.
Royal Regalia Building
Royal Regalia dibuka semenjak tanggal 30 September 1992. Terdapat di Jalan Sultan, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.Gedung Royal Regalia dipakai untuk simpan serta memperlihatkan beberapa benda kebesaran serta tiruan perhiasan kerajaan Negara Brunei Darussalam yang diwarisi semenjak turun-temurun.
Sebelum masuk ke gedung tempat rekreasi di Brunei Darussalam ini, beberapa pengunjung diwajibkan melepas alas kaki serta menempatkannya di rak2 sepatu yang terdapat di samping pintu masuk. 2 orang petugas yang berjaga di pintu masuk menyongsong kehadiran pengunjung.
Sesudah masuk ke, pengunjung diharuskan mendaftarkan lebih dulu serta simpan barang di loker yang berkunci. Terkecuali di lantai landasan, camera jangan dipakai semasa ada di galeri.
Kebersihan tempat rekreasi di Brunei Darussalam ini benar-benar terbangun. Dengan lantai yang berlapis karpet tebal serta ruang ber-AC membuat pengunjung berasa nyaman ada di gedung.
Royal Regalia membuka tiap hari semenjak jam 9.00 – 17.00. Terkecuali Hari Jumat, Royal Regalia tutup jam 11.30 serta dibuka kembali lagi jam 14.00-17.00. Sedang hari Sabtu mulai membuka jam 9.45 serta tutup jam 17.00.
Istana Nurul Iman
Istana Nurul Iman ialah tempat tinggal sah dari Sultan Brunei serta pusat dari pemerintahan Brunei. Istana ini terdapat di wilayah pemekaran, di pinggir sungai dengan bukit yang hijau di pinggir Sungai Brunei, beberapa km. di selatan Bandar Seri Begawan, ibu kota Brunei.
Istana yang berpenampilan arsitektur Islam-Melayu classic karya arsitek asal Filipina, Leandro V Locsin ini, mempunyai ruang yang lumayan banyak. Istana ini mempunyai 1.788 kamar, 257 kamar mandi, 18 lift, serta satu masjid yang dapat memuat 1.500 jamaah serta 5 Kolam dengan beberapa kedalaman.
Untuk memunculkan kesan-kesan eksklusif, tubuh menara Tempat Rekreasi di Brunei Darussalam ini, sisi ujung dikasih rongga yang ditutup dengan kubah memiliki ukuran mini. Kubah-kubah kecil yang digunakan untuk penutup menara ini warna disejajarkan dengan kubah penting.
Warna bikinan tidak demikian memimpin istana Tempat Rekreasi di Brunei Darussalam ini. Semua faktor warna di munculkan oleh semasing bahan yang dipakai untuk membuat istana. Bahan bangunan Istana Nurul Iman umumnya dibuat dari granit serta marmer yang dipakai untuk lantai landasan serta dinding.
Garasi Istana Nurul Iman dapat memuat seputar 110 mobil. Ada pula garasi untuk simpan 200 kuda poni kecintaan sultan. Ada seputar 165 mobil Rolls Royces penuhi garasinya yang semua kendaraan itu dapat dipakai setiap waktu.
Museum Brunei
Museum Brunei ialah museum nasional negara Brunei Darussalam yang terdapat di Kota Batu, bersisihan dengan ibu kota Bandar Seri Begawan. Museum ini tampilkan kesenian Islam, beberapa barang bersejarah dari era ke-16, arkeologi serta etnografi. Museum ini ialah museum paling besar di Brunei.
Museum Tempat Perkembangan Casino Online Rekreasi di Brunei Darussalam ini dibangun di tahun 1965, dengan kantor administrasi pertama kalinya di Civic Center di Bandar Brunei, saat ini diketahui untuk Bandar Seri Begawan. Dengan kesepakatan untuk bangunannya sendiri, di Kota Batu. Tempat sekarang ini.
Pembangunan gedung Tempat Rekreasi di Brunei Darussalam ini diawali di tahun 1968 serta usai di tahun 1970. Dengan cara sah dibuka pada tanggal 29 Februari 1972 oleh Yang Mulia Ratu Elizabeth II dari Inggris. Bangunan istimewa berdiri di pucuk bukit yang tampilkan panorama Sungai Brunei yang cantik.
Ukiran serta skema hiasannya dilandaskan pada design tradisionil Melayu yang di inspirasi oleh Makam Sultan Bolkiah, Penguasa Ke-5 (1473-1521 A.D.) dari Kesultanan Brunei. Pameran artefak serta spesimen memperlihatkan ketertarikan riset staf Museum di beberapa bagian seperti Arkeologi, Etnografi, Riwayat serta Riwayat Alam.

No comments:
Post a Comment